Rabu, 13 Juli 2011

~ Hati Bercahaya ~

Posted by Anonim
Assalamu'alaikum wr wb....

Teman-teman pasti menyadari, di jaman ini banyak remaja seusia kita yg dengan mudahnya terjerumus ke jalan yang salah. Nah...untuk itu, aku ingin berbagi tips kecil buat insan2 yg membutuhkan ketenangan jiwa dari hiruk pikuknya dunia yg semakin tak menentu ini ke dalam naungan cahaya, tentunya berdasarkan As-Sunah.


let's read and done ....!!!!

1. Jaga Isi Perut
Maksudnya apa yah...??? mungkin teman2 sekalian ada yg bilang, " ya iyalah jaga isi perut, kalau kebanyakan makan mie kan akhirnya jd penyakit juga..." . Hmm... iya sih emang bener, tapi yg dimaksud disini itu bukan hanya menjaga makanan apa yg masuk dalam organ tubuh terpenting kita ini. Tapi, kita harus bisa menjaga takaran makan kita. Cukup dan Ga' terlalu banyak itu baik lho. Bahkan menjaga perut dg cara membuatnya lapar itu lebih bagus. Knapa kok gitu.... ??. Karena Lapar itu bisa membuat kita malas mengerjakan hal2 yg ga' penting, apalagi hal2 yg mengarah ke arah negatif. Contohnya : berantem (berkelahi), ngegosip ( ghibah), dll. So...kita pasti lebih efektif dalam melakukan kegiatan yg sekiranya penting-penting aja. Apakah itu belajar, bekerja, atau aktivitas lainnya. Contoh melatih perut kita dg lapar adalah dg berpuasa. So...ayo kita berpuasa bareng2!!!

2. Dekat dg Orang2 Sholeh
Nah...untuk yg 1 ini, teman2 tahu alasannya kan! Mengapa kita harus dekat dg orang2 yg sholeh kalau kita ingin hati yg bercahaya laksana bintang? Kita adalah makhluk Allah yg di takdirkan untuk hidup bersosial. Dan untuk memperoleh sosialisasi yg baik, kita harus menggali dan mendapatkannya pada mereka orang2 yg Ahli. Baik itu berhubungan dg hal2 duniawi maupun ukhrowi. Disini kita belajar untuk mendapatkan sosialisasi yg bernafaskan kerohanian bersifat ukhrowi. Kita hanya bisa mendapatkannya pada Alim Ulama' atau orang yg rajin beribadah (ahli ibadah) dan orang2 yg sholeh (as-sholihin) yg mengerti ilmu Agama (Islam).

3. Ingat dan sesali dosa2 yg lalu
Mungkin ini salah 1 hal yg sering ga' dilakukan oleh para remaja Islam pada umumnya. Kita sering melupakan banyak nya dosa yg sering kita lakukan. Baik itu sengaja maupun tidak. Padahal kita tahu batas2nya. Apakah itu baik atau buruk, mendapat dosa atau pahala. Cara yg paling ampuh disini adalah dg merenungi segala yg dapat menjerumuskan kita pada jurang dosa itu. Cara mujarab kedua adl dg saling mengingatkan. Setelah itu...rasa sesal pasti ada dan Tobat adalah obatnya. Nah.... kalau uda tobat...jangan di ulangi lagi ya....!!!

4. Pendek Angan
Semua orang pasti punya angan2 yg panjang. Membayangkan masa depannya, nanti-lah, bsok-lah, lusa-lah, dst. Iya kalau yg dibayangkan tercapai dan terjadi. kalau ga' gimana...???? Bisa jadi bunuh diri menjadi keputusan yg mudah terlintas (apalagi yg merasa patah hati ditinggal soulmatenya ^_^). Oleh karna itu, mari kita semua menjaga hati kita serta fikiran kita dari angan2 yg tak berguna dan hanya menambah nafsu duniawi semata. So, try to realistis friend's...Ok!!



Nah kawan2 semua...
Semoga dg tips tadi, kita bisa menjadi generasi penerus bangsa yg berkualitas dalam iman dan takwa, serta aspek2 lainnya. Semoga kita juga bisa menjadi pemimpin2 baru yg hatinya penuh dg cahaya dan rasa tanggung jawab. Ingat untuk tetap Istiqomah, ikhtiar, dan berdo'a ya kawan2....!!



Wallahua'lam bish showwab....

Wassalamu'alaikum wr wb.

*~ Al_Maulidta ~*

Sabtu, 11 Juni 2011

Ketika Tak Ada Lagi Ia

Posted by Anonim
Benarkah kelambu dunia akan terbuka?
Ketika suram yang disebut-sebut menghilang
Kata mereka,
Itu sebuah virus
Menginfeksi, menjalar, & merusak

Di bagian lain ia merebak
Mengeluarkan atom-atom kecil
Berpendaran tak kenal letih
Kata mereka,
“Itu sangat berbahaya"

Lalu, akankah ia masih bertahan?
Setelah beribu-ribu sajak mengecam & memujinya
Itupun hanya sebuah siratan
Yang menyelubungi alam fikiran

Yang Kutahu :
Dia adalah kekuatan
Hal yang penuh dengan rasa sayang
Membuat mesin-mesin manusia berperasaan
Meletuskan magma kepahaman, pengertian, & kepercayaan

Ketika tak ada lagi ia
Akankah Raja peduli pada rakyatnya?
Atau para konglomerat masih dermawan pada fakir?

Ketika tak ada lagi ia
Masih adakah ketulusan?
Meluapkah kerinduan?

Ketika tak ada iapun,
Umat tak kan tahu lagi
Apa arti sujudnya
Kemudian berjuta tanya menggantung di singgasana
Maka tak ada lagi tentram dunia
Bahkan di akhir kehidupan
Itulah keanehan cinta…


Benarkah ia harus hilang?
Atau tetap berdampingan dengan insan?
Hanya Sang Maha yang tahu…

Tapi ....
Semangat & hiduplah terus cinta….!!!
Kobarkan apimu untuk kami umat yang haus Cinta Ilahi
Jangan hiraukan mereka dengan kata atau luka
Teruslah menginfeksi relung jiwa kami
Dengan kekuatanmu

Kau satu yang mengantarkan kami
Menghadap Dia Sang Pemilik Jagat ini…


~Al_Maulidta~

.:. Mohon kritik & sarannya…
Atau mungkin tambahan….
Syukron…. ^_^

Jumat, 20 Mei 2011

Secercah Munajat ku

Posted by Anonim with No comments

Bismillahir Rohmanir Rohim.....
Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

asyhadu'allaa ilaaha illallah, wa'asyhaduanna Muhammadar Rosululloh...
aku Bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.


Ya Allah....Ya Rahman ya Rahim .. Engkau Yang Maha Pengasih lg Maha Pemurah

Engkau Yang Tak dapat tertangkap oleh Mata, tak terdengar oleh telinga
Namun Engkau lebih dekat dari urat nadi yg ada pd leher kami,
Engkau yg tak teraba oleh tangan
Tapi Engkau yg menghamparkan bumi,
meninggikan langit tanpa tiang,
menaburkan bintang2 di angkasa.
Ya Allah Yg Maha Perkasa...
Engkau yg menggenggam kekuatan alam raya.,
Yg menundukkan matahari dan bulan
dan matahari bersinar dg nur dari cahaya-Mu

Ya Allah... kami bersaksi Tiada Tuhan selain Engkau, kami bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan-Mu.

Ya allah Ya Rahman... hidupkan Nur dihati kami, berikan cahaya di hati kami, hingga kami mampu menyibak kegelapan yg menutupi jiwa kami, untuk melihat nur-Mu yg agung...
hingga kemanapun kami berada kami dpt melihat cahaya Nur-Mu
cahaya Asmaul Husna-Mu... Ya Rabb....
tuntunlah kata2 kami, lisan kami, perbuatan kami,,karena kaulah tempat kami bergantung... kami sadar kami hanya hamba-mu di dunia ini... kami bersyukur karena Kau ciptakan, kami bersyukur menjadi hamba-Mu Ya Allah...


Rabbana Dzolamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakuunanna minalkhosirin

Rabbana aatina fiddunya hasanah wafil akhiroti hasanah waqinaa 'adzabannaar.

Rabu, 20 April 2011

Afgan – Cinta Dua Hati (OST Cinta Dua Hati)

Posted by Anonim
Tak ku sangka dirimu hadir di hidupku
menyapaku dengan sentuhan kasihmu

Ku sesali cerita yang kini terjadi
mengapa disaat ku telah berdua

Maafkan bila cintaku
tak mungkin ku persembahkan seutuhnya
Maaf bila kau terluka
karena ku jatuh di dua hati

Maafkan bila cintaku
tak mungkin ku persembahkan seutuhnya padamu
Maaf bila kau terluka
karena ku jatuh
Karena ku jatuh di dua hati

Rabu, 30 Maret 2011

Hanya Satu UNTUK BUNDA dan AYAHANDA

Posted by Anonim with No comments
Hanya satu pintaku
Tuk memandang langit biru
Dalam dekap seorang ibu

Hanya satu pintaku
Tuk bercanda dan tertawa
Di pangkuan seorang ayah

Apabila ini
Hanya sebuah mimpi
Ku selalu berharap
dan tak pernah terbangun

Hanya satu pintaku
Tuk memandang langit biru
Di pangkuan ayah dan ibu

Apabila ini
Hanya sebuah mimpi
Ku selalu berharap
dan tak pernah terbangun

Hanya satu pintaku
Tuk memandang langit biru
Dalam dekap ayah dan ibu

By : mocca

Senin, 28 Maret 2011

Sifat Lembut itu apa???

Posted by Anonim with No comments

Pernahkah terlintas dalam benak, apakah setiap orang diciptakan dengan kelembutan yg beragam. Tahukah kita apa itu sifat lembut??
Mari belajar lebih jauh apa itu arti kelembutan dan bagaimana kita dapat bersifat lembut.

Di dalam Al-Qur'an, Sebab turunnya ayat ke 159 surat Ali Imran adalah seusai terjadinya Perang Uhud, dimana pasukan musyrik Quraisy yang memutar jalan berhasil memukul pasukan panah Islam yang turun dari bukit Uhud untuk mengambil harta “ghanimah” (rampasan perang).

Pasukan Islam mengira bahwa pasukan Quraisy telah kalah dan peperangan telah benar-benar usai. Akibat kekeliruan ini banyak sahabat yang gugur, termasuk Hamzah paman Nabi SAW.

Melihat kekeliruan yang dilakukan para sahabat, tidak membuat Nabi SAW marah dan kesal. Karena Allah SWT telah melembutkan hatinya sebagaimana dengan firman-Nya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.. ” (QS. Ali Imran: 159).

Sifat lembut hati merupakan salah satu akhlak mulia dari Nabi S AW seperti yang dikatakan Abdullah bin Umar: “Sesungguhnya, saya menemukan sifat Rasulullah SAW dalam kitab-kitab terdahulu itu demikian : Sesungguhnya tutur katanya tidak kasar, hatinya tidak keras, tidak suka berteriak-teriak dipasar-pasar, dan tidak suka membalas kejahatan orang dengan kejahatan lagi, namun dia memaafkan dan mengampuninya. ” (Tafsir Ibnu Katsir II, hl.608)

Kelembutan hati Nabi SAW tidak hanya ditujukan kepada para sahabat yang telah paham dengan aturan agama, namun kepada orang awam yang belum memahami aturan agama pun beliau bersikap lembut dan santun.

Suatu hari ketika beberapa sahabat sedang khusyuk mendengarkan nasihat Nabi SAW di masjid Nabawi, tiba-tiba seorang Arab Badui masuk masjid dan tanpa basa-basi dia langsung buang air kecil di salah satu pojok masjid. Para sahabat yang melihatnya terkejut dan segera berdiri untuk memukul orang itu dan mengusirnya.

Melihat hal ini Nabi SAW segera mencegah tindakan para sahabat. Para sahabat pun lalu membiarkan Arab Badui tadi menuntaskan buang hajatnya. Setelah benar-benar selesai, Nabi SAW memerintahkan seorang sahabat mengambil seember air untuk mengguyur tempat Arab Badui buang hajatnya.

Tanpa rasa marah dan kesal Nabi SAW menghampiri orang itu dan mengatakan: “Sesungguhnya masjid itu tidak layak dikencingi dan dikotori. Sesungguhnya masjid itu tempat untuk shalat, berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an” (HR. Muslim).

Nabi SAW memahami ketidak-tahuan si Arab Badui tersebut, sehingga kelembutan hati beliau bisa mengalahkan amarah beliau. Kalau hal itu terjadi di saat sekarang, mungkin si Arab Badui itu telah babak belur di “Vermak” oleh para jamaah masjid.

Sifat lembut hati, santun, ramah dan tidak cepat marah tidak hanya akan membuat manusia menaruh simpati kepada kita, tetapi Allah SWT-pun mencintainya. “Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan Mencintai kelembutan ” (HR.Muslim).

Dengan modal kelembutan hati, seorang da’i pasti dengan mudah menarik simpati orang, seorang suami pasti disayang oleh keluarga dan jika seorang pemimpin pasti dicintai rakyatnya.

Rasa sakinah pun akan hadir dalam keluarga ketika kelembutan dan sikap santun menjadi perhiasannya. Nabi SAW bersabda: “Apabila Allah Azza wa Jalla menghendaki kebaikan suatu keluarga, Allah akan memasukkan kelembutan atas mereka ” (HR. Ahmad).


Kesaksian Sahabat

Dan ini telah dicontohkan oleh Nabi SAW dengan sikap beliau yang lembut, tidak pernah marah kepada pembantu rumah tangganya. Anas bin Malik, sebagaimana diriwayatkan Imam Mulim, Anas bin Malik berkata: “Aku menjadi pembantu Rasulullah selama sepuluh tahun. Belum pemah beliau berkata kasar kepadaku. Dan selama sepuluh tahun itu belum pernah beliau berkata kepadaku: ‘Mengapa kamu melakukan ini?’ Dan belum pernah beliau berkata: ‘Mengapa kau tidak lakukan sesuatu sepeninggalku?’ “.

Sepuluh tahun bukanlah sebentar dan selama itu Anas bin Malik belum pernah sekalipun dimarahi Nabi SAW. Coba bandingkan dengan keadaan sekarang, pembantu dianggap sebagai orang kecil yang bisa diperlakukan semena-mena oleh sang majikan, bahkan sudah tidak “dimanusiakan” lagi.

Sudah menjadi berita sebari-hari tentang perlakuan kasar majikan terhadap PRT (pembantu rumah tangga) mulai dari dipukuli sampai kehilangan nyawa akibat disiksa oleh majikan.

Inilah akibat tidak adanya kelembutan hati di dalam diri seseorang, sehingga rasa kesal, rasa marah mudah terlampiaskan, tidak terkontrol lagi dan di saat seperti itulah syetan dengan mudah memprovokasi untuk melakukan perbuatan yang tidak manusiawi.

Sikap lembut hati disertai rasa empati Nabi SAW kepada pembantunya tersirat pula dalam doa beliau, ketika Ibu Anas bin Malik memohon agar Nabi SAW mau mendoakan anaknya. Doa Nabi SAW : “Ya Allah, berilah dia harta dan anak yang banyak. Dan berkatilah atas apa yang Engkau beri “ (HR.Bukhari).

Marilah mulai dari sekarang kita semai benih kelembutan hati dalam diri kita. Cobalah untuk mengendalikan diri kita sendiri dari sikap keras hati, gampang kesal atau marah dan berlaku kasar terhadap orang lain. Sikap santun dan lembut hati Nabi SAW perlu kita teladani, agar semua urusan kita menjadi mudah, indah dan membawa berkah di dunia dan akhirat.

Tidak hanya Rosulullah SAW yg dapat berlembut hati, berlembut sikap, dan berlembut sifat, namun kita sebagai umat muslim juga harus yakin pada diri sendiri, bahwa kita dapat meneladani akhlak Beliau.
Wallohua'lam warosulillah bish showwab.

Sumber : Lembar Risalah An-Natijah, No. 20/Thn. XIV - 15 Mei 2009